logo-pesca
logo-pesca

Sains dibalik Kenapa Kita Suka Ice Cream

Pemilihan seseorang terhadap suatu jenis makanan sangat bergantung dari kombinasi antara rasa dan tekstur makanan tersebut. Selain rasa yang sesuai dengan selera, para peneliti kini mulai mengungkapkan adanya misteri dari tekstur makanan yang berpengaruh dalam bagaimana seseorang memilih suatu makanan selain tentunya dari segi rasa makanan itu sendiri.

Para peneliti dari Monell Chemical Senses Center, Philadelphia, menemukan bahwa air liur yang ada di dalam mulut kita memiliki suatu enzim yang bernama amylase dimana enzim ini dapat terurai menjadi larutan gula sederhana yang nantinya akan menjadi kunci didalam menentukan daya tarik dari tekstur makanan yang kita pilih. Setiap orang memiliki jumlah kandungan amylase yang berbeda-beda, semakin banyak jumlah kandungan amylase tersebut semakin mudah enzim tersebut mencairkan makanan yang bertekstur keras seperti makanan yang terbuat dari tepung.

Penemuan ini menjelaskan mengapa seseorang dapat merasakan variasi tekstur makanan yang kental, cair, lengket dan sebagainya, sehingga mempengaruhi keputusan seseorang didalam memilih makanan. Untuk beberapa jenis makanan yang mengandung amilum/pati (kaborhidrat kompleks yang tidak larut dalam air) seperti contohnya pudding, saus dan bahkan sirup maple, sebagian orang akan merasakan tekstur terlalu cair ataupun sebaliknya, ini tergantung dari jumlah amylase yang dimiki orang tersebut.

Kemampuan untuk memecah amilum/pati inilah yang mempengaruhi seseorang menentukan pilihan antara makanan mana yang ingin dimakannya berdasarkan dari tekstur makanan tersebut. Sedangkan dalam pemilihan rasa, hal ini didorong dari interaksi yang rumit dari selera dan reseptor yang kita miliki di mulut dan hidung yang mengirim sinyalnya ke otak.

Jumlah amylase dan enzim-enzim lainnya yang terdapat di dalam kandungan air liur juga berbeda-beda di setiap usia, contoh sederhananya banyak anak-anak tidak menyukai beberapa tipikal buah karena dirasa memiliki tekstur yang berlendir, namun laju air liur dari seseorang akan melambat seiring bertambahnya usia sehingga ini mempengaruhi kemampuan untuk memecah amilum/pati sehingga dapat mengurangi sensasi berlendir yang didapatkan dari sebuah makanan.

Rick Mattes, profesor dari Purdue University di West Lafayette mengatakan bahwa budaya juga berpengaruh di dalam mempengaruhi seseorang menentukan pilihan makanan, selain itu pengulangan terhadap makanan secara terus menerus dapat merubah selera yang tadinya tidak suka menjadi suka, misalnya seseorang tidak menyukai kerang karena teksturnya yang berlendir namun ternyata bisa datang lagi untuk menikmatinya setelah beberapa kali mencoba. Contoh lain yang menunjukan bahwa tekstur berpengaruh terhadap pemilihan seseorang mengenai makanan adalah dari berbagai jenis produk sejenis yang memiliki tekstur berbeda contoh jus jeruk yang memiliki pulp dan jus jeruk yang bertekstur biasa atau selai kacang yang bertekstur creamy dan crunchy.

Sebuah penelitian terhadap 73 orang dewasa melakukan percobaan dengan mengurangi maupun menambahkan amilum/pati kepada 60% jenis makanan umum yang sering dijadikan makanan sehari-hari, ini untuk melihat bagaimana amylase yang dimiliki berpengaruh di setiap amilum/pati yang diberikan. Hasilnya adalah kebanyakan orang cenderung menyukai makanan dengan tekstur krim maupun makanan yang memiliki bentuk yang padat (solid) namun mudah meleleh ketika berada di dalam mulut, berdasarkan hal inilah yang menyebabkan banyak orang menyukai coklat maupun ice cream.

Marker